manfaat buah mengkudu sebagai anti kanker
PEMANFAATAN
BUAH MENGKUDU
(MORINDA
FRUCTUS)
SEBAGAI ANTI
KANKER
DI DAERAH
BANJARMASIN
UTILIZATION
OF NONI FRUIT
(MORINDA
FRUCTUS)
AS ANTI
CANCER
IN
BANJARMASIN AREA
SHILPA
PEBRIANIE
Jl. Kelapa
sawit no.8 bumi berkat
Kelurahan
sungai besar Banjarbaru
ABSTRAK
Buah mengkudu
(Morinda fructus) yang dikenal sebagai
buah yang memiki rasa yang pahit dan sangat berbau, ternyata digunakan
masyarakat Indonesia dan bahkan sampai luar negri sebagai obat untuk berbagai
macam penyakit, salah satu dari penyakit tersebut ialah untuk pengobatan kanker.
Dalam buah mengkudu terdapat zat anti kanker (damnacanthal), penyakit ini
termasuk kedalam penyakit yang sangat membahayakan, karena akan mengakibatkan
kematian.
ABSTRACT
Noni fruit (Morinda
fructus) know as a fruit that has a bitter taste, and very smelly, was used
Indonesia society and even overseas as a cure for various diseases . one of the
diseases is for cancer treatment. In noni fruit contain anti-cancer substance
(damnacanthal), this disease is included into a very dangerous disease, because
it will cause death.
I . PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Buah mengkudu (Morinda Fructus) memiliki banyak manfaat, manfaat utamanya sebagai
anti kanker. dan banyak lagi lebih dari 1000 manfaat. Buah mengkudu banyak
ditemukan di Indonesia, buah mengkudu memiliki bentuk yang unik, bentuk nya
bulat tetapi lebih menyerupai ke oval yang tidak teratur, berwarna putih dan
hijau, memiliki bintik bulat hitam dan hijau, dan memiliki bau yang khas dan
rasa yang pahit. Buah mengkudu sering
dibiarkan berjatuhan dijalanan, dikarenakan bau yang sangat tidak disukai orang,
padahal dibalik baud an rasa pahit nya itu buah mengkudu senfiti sangat
bermanfaat sekali. Buah mengkudu (morinda
fructus) memiliki banyak jenis yang
bermacam-macam. Didunia banyak ditemukan buah mengkudu yang berbeda-beda
jenisnya, tetapi buah yang paling bagus yaitu buah mengkudu yang berasal dari
Indonesia dikarenakan iklim Indonesia yang sesuai dengan cara hidup mengkudu
tersebut.
Buah mengkudu (morinda fructus) menjadi sangat
bermanfaat karena mengandung zat aktif. Zat aktif yang didapat dari buah mengkudu
angat bermanfaat sekali, apalagi untuk manfaat utama nya yaitu untuk mengobati
penyakit kanker, penyakit kanker itu sendiri adalah penyakit yang sangat
ditakuti orang, sekarang dan mungkin sudah dari dahulu sekali, penyakit kanker
sangat fatal (sangt membahayakan ) sampai mengkibatkan kematian. Maka dari itu
mengapa saya ingin mengetahui kebenaran tersebut terhadap buah mengkudu. Bila
terbukti buah mengkudu bisa menyembuhkan penyakit kanker, saya berusaha untuk
mengolah nya lagi supaya orang yang terkena kanker tidak merasakan pahit dan
rasa bau yang ada pada buah mengkudu tersebut.
Menurut Saworno, pada tahun 1500 M, Mengkudu atau keumeudee (Bahasa
Aceh) Adalah pace, kemudu, kudu (Bahasa
Jawa); cangkudu (Bahasa Sunda); kodhuk (Bahasa Madura); tibah (Bali) berasal
daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman
ini adalah noni (BahasaHawaii), nono (Bahasa Tahiti), nonu (Bahasa Tonga),
ungcoikan (Bahasa Myanmar) dan ach (Bahasa Hindi). Tanaman ini tumbuh di
dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai
3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk,
yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika
sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Secara tradisional, masyarakat Aceh
menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan
sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib
buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di
Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Morinda Citrifolia atau yang biasa kita kenal dengan buah mengkudu atau pace
memang telah sejak dahulu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Bahkan buah ini disebut-sebut sebagai “Hawai Magic Plant” tumbuhan ajaib dari
hawai.
Buah yang dahulunya disebut dengan
“Noni” ini juga menjadi buah keramat di tahun 1500 SM oleh bangsa Polinesia.
Bangsa tersebut meyakini jika buah mengkudu memiliki banyak manfaat tersendiri
bagi penduduk Polinesia.
Faktanya bahwa penyakit kanker
tersebut sangat susah diobati, karena kanker termasuk kedalm kategori penyakt
yang ganas, dan kebanyakan obat-obatan yang diminum adalah obat-obatan yang
berbahan kimia, yang dikeudian hari tidak terlalu baik didalam tubuh , dan
orang yang terkena kanker pun sering melakukan kemoterapi, yang kita ketahui
bahwa kemoterapi tidak lah mudah dan, sangat lah mahal, maka dari itu karena
saya kuliah dilingkungan kesehtan, saya ingin membantu masyarakat , dan saya
ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui kebenarannya, dan ingin membantu
masyarakat, supaya tidak terbebani, dengan cara memanfaatkan tanaman yang
sangat banyak sekali di dapatkan di Indonesia, dengan menggunakan bahan alami.
Buah mengkudu juga dapat mengobati
penyakit-penyakit lainnya, sebagai contoh : diabetes militus, antihiperteni,
sakit pinggang, diare dan banyak lagi manfaat laiinya dari buah mengkudu
tersebut, tetapi saya lebih terfocus kepada penyakit kanker karena sering
sekali orang terkena penyakit tersebut di sekitar saya sendiri. Dengan ilmu
yang saya dapat saya bisa memaanfaatkan
apa yang ingin saya lakukan dengan info dari berbagai macam sumber, dan saya
bisa memanfaatkan bahan alami tersebut yang diberikan Allah swt, yang sangat
mudah ditemukan.
PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU (MORINDA FRUCTUS) SEBAGAI ANTIKANKER
TERUNTUK WILAYAN DI BANJARMASIN.
Alasannya : karena di Indonesia banyak
sekali buah mengkudu
(morinda
fructus) , jadi saya ingin memanfaatkan apa yang sudah diberikan oleh Allah
swt , dengan cara memanfaatkan buah mengkudu, dan kenapa saya memilih fungsi
utama buah mengkudu sebagai antikanker dikarenakan diindonesia banyak sekali
yang terkena kanker, terutama disekitar saya, dan untuk mengurangi beban
masyarakat .
B.
RUMUSAN MASALAH ?
1.
Bagaimana cara kerja morinda fructus
berkhasiat untuk penyakit kanker ?
2.
Apa yang dapat dilakukan untuk
mwmbuat buah mengkudu yang rasa dan baunya yang tidak enak menjadi suatu bahan
untuk pengobatan ?
C.
TUJUAN ARTIKEL
Tujuan dari artikel ini bertujuan
untuk memudahkan pasien atau orang yang terkena kanker, untuk tidak selalu
menggunakan bahan obat kimia, karena bahan kimia dapat mengobati, dan dapat
juga mendapatkan akiba yang fatal. Dan supaya pasien tidak terlalu mengeluarkan
uang atau dana yang banyak, dan lebih memanfaatkan tumbuhan atau bahan alami .
BAB II
ISI
2.1 BUAH MENGKUDU (MORINDA FRUCTUS)
Buah mengkudu adalah buah
yang berasal dari asia tenggara , dalam
bahasa latin buah mengkudu disebut morinda
fructus , buah mengkudu berbentuk oval atau bulat, berwarna hijau dan putih
dan ada bintik-bintik hitam, buah mengkudu sangat lah berbau , dan rasanya
sangat lah pahit, banyak orang yang tidak suka dengan buah tersebut, tetapi
dibalik orang tidak suka dengan buah mengkudu, buah mengkudu banyak sekali
manfaatnya , bisa mengobati berbagai macam penyakit, apalagi penyakit anti
kanker, yang kita ketahui di dunia penyakit kanker sangatlah ditakuti oleh
manusia, dikarenakan penyakit kanker adalah penyakit mematikan . dan
beruntunglah diindonesia banyak sekal buah mengkudu yang saya ketahui bahwa
buah mengkudu bisa mengobati penyakit tersebut, tidak usah lagi meminum obat
yang didapat dari bahan kimia, yang diketahui sangatlah mahal dan berbahaya.
Buah mengkudu (morinda fructus) menjadi sangat bermanfaat karena mengandung zat
aktif. zat aktif yang didapat dari buah mengkudu sangat bermanfaat sekali ,
apalagi untuk manfaat utama nya yaitu untuk mengobati penyakit kanker,zat aktif
untuk anti kanker yaitu (damnacanthal)
penyakit kanker itu sendiri adalah penyakit yang sangat ditakuti orang ,
sekarang dan mungkin sudah dari dahulu sekali, penyakit kanker sangat fatal
(sangat membahayakan ) sampai mengkibatkan kematian . maka dari itu mengapa
saya ingin mengetahui kebenaran tersebut terhadap buah mengkudu. Bila terbukti
buah mengkudu bisa menyembuhkan penyakit kanker.
Pada umumnya yang dapat diketahui buah
mengkudu dimanfaatkan orang sebagai bahan makanan seperti sayur, rujak dan
bahkan dijus, dan banyak pula orang yang tidak suka dengan buah mengkudu
tersebut, di dunia tercatat 80 jenis mengkudu , tetapi yang biasanya dikoonsumsi
oleh masyarakat hanya 20 jenis nya saja , sisanya adalah racun, yang bila tidak
kia ketahui malah akan bersifat membunuh, tidak mengobati dalam tubuh , agar
tidak salah mengambil buah mengkudu yang memang untuk pengobatan ,harus tahu
duu ciri – ciri buah mengkudunya . buah mengkudu banyak manfaatnya untuk
kesehatan karena kandungannya yang lengkap akan zat – zat aktif baik.
Adapun manfaat buah mengkudu yang mampu
menyembuhkan penyakit, atau sebagai pengobatan yang dapat memperbaiki
kesehatan, kandungan zat dan nurisinya yang banyak membuah buah mengkudu
memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Yang dapat diketahui bah
mengkudu bisa mengobati : sakit kepala, menurunkan tekanan darah tinggi,
melancarkan pencernaan, anti inflamasi, meningkatkan system kekebalan pada
tubuh, ant bakteri , menurunkan kolesterol, mengobati asam urat, dan banyak
lagi, termasuk untuk mencegah kanker, dan mengobati kanker.
Menurut Bangun,
A. P.,DR, MHA dan Saworno, B . Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan
buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah
satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib
buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di
Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Asal
usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di
Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari (Asia
Tenggara). Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani mengembara.Tanpa
sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan meninggalkan tanah air mereka. Ada
kesan para pengembara itu di kecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan
diri dari kehidupan sebelumnya. Setelah lama mengembara, mereka sampai di
sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang
tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai,
dan pulaunya.
Uniknya,
mereka seakan telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini
bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa,
karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup. Beberapa tumbuhan asli,
seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, dibawanya.Di
antara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas. Salah satu
tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu
penduduk kepulauan yang kini disebut hawaii itu mengenal mengkudu dengan
sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut
memiliki banyak manfaat. Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena
buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.
Buah majemuk, terbentuk dari bakal-bakal buah
yang menyatu dan bongkol di bagian dalamnya; perkembangan buah bertahap
mengikuti proses pemekaran bunga yang dimulai dari bagian ujung bongkol menuju
ke pangkal; diameter 7,5–10 cm. Permukaan buah majemuk seperti terbagi
dalam sekat-sekat poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil,
yang berasal dari sisa bakal buah tunggalnya. Warna hijau ketika mengkal,
menjelang masak menjadi putih kekuningan, dan akhirnya putih pucat ketika
masak. Daging buah lunak, tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida dengan
daging buah berwarna putih . Daging buah banyak mengandung air yang aromanya
seperti keju busuk atau bau kambing yang timbul karena pencampuran antara asam kaprat (asam lemak dengan sepuluh
atom karbon), C10), asam kaproat (C6), dan asam kaprilat (C8). Diduga kedua senyawa terakhir
bersifat antibiotik aktif.
KANDUNGAN DALAM MENGKUDU
·
Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses
sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
·
Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari
buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas
aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan
Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen
(mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan
Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus
aureus.
·
Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif
sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
·
Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang
terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
·
Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid
penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu
hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi banyak mengandung bahan pembentuk
(precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah
sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel
tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur
dan bentuk sel yang aktif. (Bangun, A. P.,DR, MHA dan Saworno, B.
2002.)
Riset medis tentang
Mengkudu atau Noni dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu
menunjukkan sifat anti-bakteri terhadap M.
pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E.
coli yang mematikan itu.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai
lembaga penelitian dan universitas.
Sejak tahun 1972, Dr. Ralph
Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai
melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain (enzim pada nenas).
Ia kemudian menemukan
bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine)
dalam jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi
dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan
bahwa beberapa peneliti dari Keio
University dan The Institute of Biomedical
Sciences di Jepang
yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka
menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.
Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman,
Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of Sciences, sebuah pusat kajian ilmu
pengetahuan nasional yang prestisius di Amerika Serikat telah melakukan
berbagai penelitian tentang Mengkudu.
Sementara itu, para peneliti di Universitas Hawaii juga telah
melakukan banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas
anti-tumor dan anti-kanker Morinda
citrifolia yang dimuat pada
sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37, 1994).
Pada pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa buah mengkudu
banyak memiliki nama sesuai dengan asal tempatnya , buah ini memiliki bentuk
yang lonjong, memiiki bintik hitam, berwarna hijau dan putih , biasanya buah
mengkudu digunakan orang sebagai bahan masak , atau sayuran . buah mengkudu
memiliki zat (damnacanthal ) yang dapat mengobati penyakit kanker.
2.2 Manfaat buah mengkudu
Manfaat buah mengkudu yang mampu menyembuhkan penyakit, atau sebagai
pengobatan yang dapat memperbaiki kesehatan, kandungan zat dan nurisinya yang
banyak membuah buah mengkudu memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan.
Yang dapat diketahui bah mengkudu bisa mengobati : sakit kepala, menurunkan
tekanan darah tinggi, melancarkan pencernaan, anti inflamasi, meningkatkan
system kekebalan pada tubuh, ant bakteri , menurunkan kolesterol, mengobati
asam urat, dan banyak lagi, termasuk untuk mencegah kanker, dan mengobati
kanker.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut
Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang
kemampuan sari buah Mengkudu, diantaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam
sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit);
memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menunjukkan
efek anti-bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat
pertumbuhan sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan
fungsi sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of
Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospital, USA melaporkan bahwa Mengkudu
meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya
bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem
kekebalan tubuh.
Menormalkan Tekanan Darah
Menurut Neil Solomon,
MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan
bahwa buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien,
yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar
saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung
tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah
menjadi normal.
Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah tinggi dan
normal menjadi rendah (hipotensi yang abnormal). Namun demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah Mengkudu
dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan yang berfungsi untuk
pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi
tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus
di mana tekanan darah normal turun hingga mengakibatkan tekanan darah rendah
(hipotensi).
Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University
of California (UCLA), Union College of London, Universitas of Meets di
Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan
menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari Mt. Sinai School of Medicine di New
York) menunjukkan bahwa banyak pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan
darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah Mengkudu dan kembali
normal bila mengonsumsi sari buah Mengkudu secara teratur.
Menghilangkan Rasa Sakit
Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah
dikenal dalam sejarah pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut
"painkiller
tree" atau "headache tree". Riset-riset ilmiah telah
membuktikan efek menguntungkan dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit.
Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan
yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah Mengkudu dengan aktifitas
analgesik tikus-tikus percobaan (umumnya, semakin banyak digunakan efek
analgesiknya akan semakin kuat).
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme
kerja Mengkudu menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia terkenal dari AS) yang
mengatakan bahwa xeronine-lah
yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit.
Hal ini dikaitkan dengan kemampuan xeronine menormalkan protein pada sel-sel yang
abnormal, termasuk sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa
sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengkonsumsi sari
buah Mengkudu.
Anti-peradangan dan Anti-alergi
Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat
efektif sebagai zat anti-radang dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran
melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, MD,
ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah Mengkudu
menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15 orang pasiennya.
Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit lutut (osteoarthritis)
hampir tidak terasa selama mengonsumsi sari buah Mengkudu.
Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami
kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami
radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari buah
Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan
tambahan/suplemen dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya.
Anti-bakteri
Hasil penelitian yang dimuat darn jurnal Pacific Science (vol 1.4, tahun 1950) melaporkan bahwa
Mengkudu mengandung bahan anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi
penyakit jantung dan masalah pencernaan. Senyawa antraquinon yang banyak terdapat pada akar
Mengkudu ternyata dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung
dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu bersifat anti-bakteri terhadap: Bacillus subtilis, Escherichia
coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella montevdleo,
Salmonella schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Shigella
flexnerii, Shigella paraciysenteriae BH und III-Z, Staphylococcus aureus.
Dr. Robert Young,
ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast
molds dan jamur beserta racun
yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel sakit karena derajat keasamannya
(pH) meningkat. Dengan mengonsumsi sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat
diatasi karena Mengkudu membantu mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga
meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.
Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood)
Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh scopoletin adalah
dapat mengikat serotonin.
Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA) scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal yang terdapat di dalam otak, yang
merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan
untuk menghasilkan hormon melatonin.
Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit)
manusia yang melapisi saluran pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin
berperan sebagai neurotransmitter, penghantar sinyal saran dan
prekursor hormon melatonin.
Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh
seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas
dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan
penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.
Mengatur Siklus Energi Tubuh
Dr. Harrison juga melaporkan bahwa
perubahan frekuensi energi tubuh juga disebabkan oleh kegiatan positif sari
buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan antara lain; dapat menstabilkan gula
darah, mengurangi rasa sakit waktu menstruasi, mengurangi keinginan buang air
kecil pada malam hari untuk pria yang mengalami pembengkakan prostat.
Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga turut berperan dalam proses
siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang
berdekatan dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon
(co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan
perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan memiliki banyak
energi setelah mengonsumsi sari buah Mengkudu.
Khasiat Utama
Riset tentang buah Mengkudu terus berkembang, baik dilakukan oleh para dokter maupun
ahli botani dan ahli biokimia. Penelitian difokuskan pada komponen-komponen/susunan
kimia yang dikandung Mengkudu dan efek terapeutiknya terhadap berbagai macam
penyakit.
Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa sari
buah Mengkudu dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel dan
regenerasi sel-sel jaringan tubuh yang rusak. Fakta yang menunjukkan bahwa
Mengkudu dapat mengatur sel-sel pada tingkat dasar dan kritis itu mungkin dapat
menjelaskan mengapa Mengkudu dapat digunakan untuk berbagai macam kondisi
kesehatan.
Para dokter di Amerika sudah memberikan banyak laporan
tentang keberhasilan penggunaan sari buah Mengkudu terhadap pasien-pasiennya. Dr. Richard Dicks (dari
New Jersey, USA) mengatakan, "kami mulai menyadari bahwa kita harus
kembali pada hal yang mendasar dari tubuh kita. Apa yang dimaksud dengan
metabolisme dalam tubuh adalah membakar nutrisi. Sari buah Mengkudu melindungi
tubuh kita dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh."
Khasiat-Khasiat Tambahan
Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum
dibuktikan secara medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami
perbaikan dan peningkatan kesehatan setelah mengonsumsi sari buahnya. Beberapa
problem kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu:
·
Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus,
radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
·
Sistem pernapasan: Batuk, bronchitis, sakit tenggorokan,
TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma.
·
Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot
jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
·
Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit,
cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, serta
masalah-masalah pada kulit lainnya.
·
Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah,
batuk, sariawan, sakit gigi.
·
Gangguan menstruasi: Sindrom pra-menstruasi, siklus haid
yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.
·
Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik
untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan.
·
Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis
kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu,
ganguan pada hormon tiroid.
·
Defisiensi daya tahan tubuh: Penyakit virus Epstein-Barr, candidiasis
kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES=altered
energy syndrome).
Riset ilmiah
menunjukkan bahwa konstituen-konstituen di dalam buah Mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan
kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak
dan menghambat pertumbuhan tumor.
Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat pada
tumbuh-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya akan
kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas,
beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam Mengkudu. Fitokimia-fitokimia
tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk menghasilkan khasiat
penyembuhan yang mengagumkan.
Dr. Joseph Betz,
peneliti kimia dari FDA (Food and Drug Association) divisi Natural Products Center For Good
Safety and Applied Nutrition di
Amerika mengatakan bahwa beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa sari buah
Mengkudu dapat menenangkan pergerakan otot dan mempunyai efek anti alergi.
Pada tahun 1992, Dr. Isabella
Abbott, profesor botani dari Universitas Hawaii mengatakan
bahwa Mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengatasi diabetes, kanker,
tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya.
2.3 pengobatan kanker
Kanker adalah termasuk jenis
penyakit yang sangat membahayakan , karena dapat berakibat pada kematian, bila
tidak ada penanganan khusu, kanker juga, termasuk kedalam penyakit yang susah
di sembuhkan, dan dapat memakan biaya yang sangat mahal, dan itupun tidak pasti
kesembuhannya, tetapi bila dari awal sudah mengobati penyakit tersebut,
walaupun seganas-ganasnya penyakit tersebut, akan sembuh. maka dari itu dilakukan
penelitian supaya bahan alami bisa menyembuhkan penyakit kanker yaitu bahan
yang terbuat dari buah mengkudu, yang dapat diketahui sebelumnya buah mengkudu
mengandung zat aktif anti-kanker (damnacanthal).
Melawan Kanker
Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan
tahunan American Association
fin. Cancer Research ke-83 di
San Diego, California, tahun 1992 adalah "Aktivitas Anti-tumor Morinda citrifolia pada Lewis
Lung Carcinoma yang
Disuntikkan pada Tikus." Dalam penelitian ini, tikus-tikus percobaan
diberi suntikan Lewis Lung
Carcinoma aktif (sejenis
kanker).
Semua tikus yang tidak mendapatkan perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan tikus-tikus
yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105 hingga 123
persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan tersebut hidup hingga
50 hari atau lebih).
Studi ini diulangi beberapa kali dan setiap kali Mengkudu
terbukti secara signifikan memperpanjang umur-umur tikus yang terkena kanker
dibanding dengan tikus-tikus yang tidak dirawat dengan Mengkudu. Singkatnya,
hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan
tumor.
Setahun kemudian jurnal Cancer
Letters (vol.3, tahun 1993)
melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak Mengkudu yang mampu
menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Dapat disimpulkan dari penjelasan ditas bahwa buah
mwngkudu (Morinda fructus) dipercaya sebagai bahan obat yang dapat menyembuhkan
penyait ganas yaitu kanker dan harus
disesuaikan lagi dengan si penggunaan yang harus menjaga kesehatannya, dan
merubah pola kehidupan kearah yang lebih baik lagi, supaya bisa sembuh.
BAB
III
Kesimpulan
dan Saran
3.1 Kesimpulan
Buah mengkudu (Morinda fructus)
merupakan tanaman atau buah yang berasal dari asia tenggara, buah mengkudu
dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama pada penyakit kanker. Zat–zat
aktif didalam buah mengkudu atau zat aktif (damnacanthal) yaitu zat yang dapat
menyembuhkan penyakit kanker tersebut.
3.2 Saran
Kanker adalah penyakit yang sangat ganas, jika tidak sejak dini atau
pada saat mengetahui bahwa terkena penyakit tersebut, segala lah disembuhkan,
dan selain dengan pengobatan secara
kimia, cobalah untuk menggunakan pengobatan secara alami dulu, dan
banyak-banyak berdoa kepada TUHAN YME.
Abdul, R., Sugeng, R., 2004,
Aktivitas Antioksidan dan Anti radikal Buah Mengkudu (Morindacitrifolia, L), Laporan Penelitian, lembaga penelitian UGM,
Yogyakarta.
Bangun, A.P., danSarwono, B., 2002,
SehatdenganRamuanTradisional: KhasiatdanManfaatMengkudu, AgromediaPustaka,
Jakarta.
Hirazumi, A., Furrasawa, E., Chou,
S.C., and Hokama, Y., 1994, Anticancer activity of Morindacitrifolia, L on
IntraperitoneallyInplanted Lewis lungcarcinoma in syingenic mice, Proc. West
PharmacolSoc, 37, 145-146.
Sjabana, D. Dan Bahalwan, R.R., 2002,
Seri Referensi Herbal :pesonaTradisional dan Ilmiah Buah mengkudu (Morindacitrifolia, L). Salemba Medika,
Jakarta.
Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R,
1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI,
Jakarta
Wijayakusuma, H., Dalimartha, S.,
danWirian, A., 1996, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, Jilid ke-4, Pustaka Kartini,
Jakarta.
Wijayakusuma, H., danDalimartha, S.,
1995, Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan
Darah Tinggi, Penebar Swadaya, Jakarta.
Younos, C., Rolland, A., Fluerentin,
J., Lanchers, M., Misslin, R., and Mortier, F., 1990, Analgeticand behavioral
effects of Morindacitrifolia, L, Plant Medica, 56, 430-434.kontributor :Diah Utari,
Dewi Nopitasari, Moh. Nur Herman Syahdan Endang Sulistyorini, S.P
PEMANFAATAN
BUAH MENGKUDU
(MORINDA
FRUCTUS)
SEBAGAI ANTI
KANKER
DI DAERAH
BANJARMASIN
UTILIZATION
OF NONI FRUIT
(MORINDA
FRUCTUS)
AS ANTI
CANCER
IN
BANJARMASIN AREA
SHILPA
PEBRIANIE
Jl. Kelapa
sawit no.8 bumi berkat
Kelurahan
sungai besar Banjarbaru
ABSTRAK
Buah mengkudu
(Morinda fructus) yang dikenal sebagai
buah yang memiki rasa yang pahit dan sangat berbau, ternyata digunakan
masyarakat Indonesia dan bahkan sampai luar negri sebagai obat untuk berbagai
macam penyakit, salah satu dari penyakit tersebut ialah untuk pengobatan kanker.
Dalam buah mengkudu terdapat zat anti kanker (damnacanthal), penyakit ini
termasuk kedalam penyakit yang sangat membahayakan, karena akan mengakibatkan
kematian.
ABSTRACT
Noni fruit (Morinda
fructus) know as a fruit that has a bitter taste, and very smelly, was used
Indonesia society and even overseas as a cure for various diseases . one of the
diseases is for cancer treatment. In noni fruit contain anti-cancer substance
(damnacanthal), this disease is included into a very dangerous disease, because
it will cause death.
I . PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Buah mengkudu (Morinda Fructus) memiliki banyak manfaat, manfaat utamanya sebagai
anti kanker. dan banyak lagi lebih dari 1000 manfaat. Buah mengkudu banyak
ditemukan di Indonesia, buah mengkudu memiliki bentuk yang unik, bentuk nya
bulat tetapi lebih menyerupai ke oval yang tidak teratur, berwarna putih dan
hijau, memiliki bintik bulat hitam dan hijau, dan memiliki bau yang khas dan
rasa yang pahit. Buah mengkudu sering
dibiarkan berjatuhan dijalanan, dikarenakan bau yang sangat tidak disukai orang,
padahal dibalik baud an rasa pahit nya itu buah mengkudu senfiti sangat
bermanfaat sekali. Buah mengkudu (morinda
fructus) memiliki banyak jenis yang
bermacam-macam. Didunia banyak ditemukan buah mengkudu yang berbeda-beda
jenisnya, tetapi buah yang paling bagus yaitu buah mengkudu yang berasal dari
Indonesia dikarenakan iklim Indonesia yang sesuai dengan cara hidup mengkudu
tersebut.
Buah mengkudu (morinda fructus) menjadi sangat
bermanfaat karena mengandung zat aktif. Zat aktif yang didapat dari buah mengkudu
angat bermanfaat sekali, apalagi untuk manfaat utama nya yaitu untuk mengobati
penyakit kanker, penyakit kanker itu sendiri adalah penyakit yang sangat
ditakuti orang, sekarang dan mungkin sudah dari dahulu sekali, penyakit kanker
sangat fatal (sangt membahayakan ) sampai mengkibatkan kematian. Maka dari itu
mengapa saya ingin mengetahui kebenaran tersebut terhadap buah mengkudu. Bila
terbukti buah mengkudu bisa menyembuhkan penyakit kanker, saya berusaha untuk
mengolah nya lagi supaya orang yang terkena kanker tidak merasakan pahit dan
rasa bau yang ada pada buah mengkudu tersebut.
Menurut Saworno, pada tahun 1500 M, Mengkudu atau keumeudee (Bahasa
Aceh) Adalah pace, kemudu, kudu (Bahasa
Jawa); cangkudu (Bahasa Sunda); kodhuk (Bahasa Madura); tibah (Bali) berasal
daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman
ini adalah noni (BahasaHawaii), nono (Bahasa Tahiti), nonu (Bahasa Tonga),
ungcoikan (Bahasa Myanmar) dan ach (Bahasa Hindi). Tanaman ini tumbuh di
dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai
3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk,
yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika
sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Secara tradisional, masyarakat Aceh
menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan
sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib
buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di
Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Morinda Citrifolia atau yang biasa kita kenal dengan buah mengkudu atau pace
memang telah sejak dahulu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Bahkan buah ini disebut-sebut sebagai “Hawai Magic Plant” tumbuhan ajaib dari
hawai.
Buah yang dahulunya disebut dengan
“Noni” ini juga menjadi buah keramat di tahun 1500 SM oleh bangsa Polinesia.
Bangsa tersebut meyakini jika buah mengkudu memiliki banyak manfaat tersendiri
bagi penduduk Polinesia.
Faktanya bahwa penyakit kanker
tersebut sangat susah diobati, karena kanker termasuk kedalm kategori penyakt
yang ganas, dan kebanyakan obat-obatan yang diminum adalah obat-obatan yang
berbahan kimia, yang dikeudian hari tidak terlalu baik didalam tubuh , dan
orang yang terkena kanker pun sering melakukan kemoterapi, yang kita ketahui
bahwa kemoterapi tidak lah mudah dan, sangat lah mahal, maka dari itu karena
saya kuliah dilingkungan kesehtan, saya ingin membantu masyarakat , dan saya
ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui kebenarannya, dan ingin membantu
masyarakat, supaya tidak terbebani, dengan cara memanfaatkan tanaman yang
sangat banyak sekali di dapatkan di Indonesia, dengan menggunakan bahan alami.
Buah mengkudu juga dapat mengobati
penyakit-penyakit lainnya, sebagai contoh : diabetes militus, antihiperteni,
sakit pinggang, diare dan banyak lagi manfaat laiinya dari buah mengkudu
tersebut, tetapi saya lebih terfocus kepada penyakit kanker karena sering
sekali orang terkena penyakit tersebut di sekitar saya sendiri. Dengan ilmu
yang saya dapat saya bisa memaanfaatkan
apa yang ingin saya lakukan dengan info dari berbagai macam sumber, dan saya
bisa memanfaatkan bahan alami tersebut yang diberikan Allah swt, yang sangat
mudah ditemukan.
PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU (MORINDA FRUCTUS) SEBAGAI ANTIKANKER
TERUNTUK WILAYAN DI BANJARMASIN.
Alasannya : karena di Indonesia banyak
sekali buah mengkudu
(morinda
fructus) , jadi saya ingin memanfaatkan apa yang sudah diberikan oleh Allah
swt , dengan cara memanfaatkan buah mengkudu, dan kenapa saya memilih fungsi
utama buah mengkudu sebagai antikanker dikarenakan diindonesia banyak sekali
yang terkena kanker, terutama disekitar saya, dan untuk mengurangi beban
masyarakat .
B.
RUMUSAN MASALAH ?
1.
Bagaimana cara kerja morinda fructus
berkhasiat untuk penyakit kanker ?
2.
Apa yang dapat dilakukan untuk
mwmbuat buah mengkudu yang rasa dan baunya yang tidak enak menjadi suatu bahan
untuk pengobatan ?
C.
TUJUAN ARTIKEL
Tujuan dari artikel ini bertujuan
untuk memudahkan pasien atau orang yang terkena kanker, untuk tidak selalu
menggunakan bahan obat kimia, karena bahan kimia dapat mengobati, dan dapat
juga mendapatkan akiba yang fatal. Dan supaya pasien tidak terlalu mengeluarkan
uang atau dana yang banyak, dan lebih memanfaatkan tumbuhan atau bahan alami .
BAB II
ISI
2.1 BUAH MENGKUDU (MORINDA FRUCTUS)
Buah mengkudu adalah buah
yang berasal dari asia tenggara , dalam
bahasa latin buah mengkudu disebut morinda
fructus , buah mengkudu berbentuk oval atau bulat, berwarna hijau dan putih
dan ada bintik-bintik hitam, buah mengkudu sangat lah berbau , dan rasanya
sangat lah pahit, banyak orang yang tidak suka dengan buah tersebut, tetapi
dibalik orang tidak suka dengan buah mengkudu, buah mengkudu banyak sekali
manfaatnya , bisa mengobati berbagai macam penyakit, apalagi penyakit anti
kanker, yang kita ketahui di dunia penyakit kanker sangatlah ditakuti oleh
manusia, dikarenakan penyakit kanker adalah penyakit mematikan . dan
beruntunglah diindonesia banyak sekal buah mengkudu yang saya ketahui bahwa
buah mengkudu bisa mengobati penyakit tersebut, tidak usah lagi meminum obat
yang didapat dari bahan kimia, yang diketahui sangatlah mahal dan berbahaya.
Buah mengkudu (morinda fructus) menjadi sangat bermanfaat karena mengandung zat
aktif. zat aktif yang didapat dari buah mengkudu sangat bermanfaat sekali ,
apalagi untuk manfaat utama nya yaitu untuk mengobati penyakit kanker,zat aktif
untuk anti kanker yaitu (damnacanthal)
penyakit kanker itu sendiri adalah penyakit yang sangat ditakuti orang ,
sekarang dan mungkin sudah dari dahulu sekali, penyakit kanker sangat fatal
(sangat membahayakan ) sampai mengkibatkan kematian . maka dari itu mengapa
saya ingin mengetahui kebenaran tersebut terhadap buah mengkudu. Bila terbukti
buah mengkudu bisa menyembuhkan penyakit kanker.
Pada umumnya yang dapat diketahui buah
mengkudu dimanfaatkan orang sebagai bahan makanan seperti sayur, rujak dan
bahkan dijus, dan banyak pula orang yang tidak suka dengan buah mengkudu
tersebut, di dunia tercatat 80 jenis mengkudu , tetapi yang biasanya dikoonsumsi
oleh masyarakat hanya 20 jenis nya saja , sisanya adalah racun, yang bila tidak
kia ketahui malah akan bersifat membunuh, tidak mengobati dalam tubuh , agar
tidak salah mengambil buah mengkudu yang memang untuk pengobatan ,harus tahu
duu ciri – ciri buah mengkudunya . buah mengkudu banyak manfaatnya untuk
kesehatan karena kandungannya yang lengkap akan zat – zat aktif baik.
Adapun manfaat buah mengkudu yang mampu
menyembuhkan penyakit, atau sebagai pengobatan yang dapat memperbaiki
kesehatan, kandungan zat dan nurisinya yang banyak membuah buah mengkudu
memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Yang dapat diketahui bah
mengkudu bisa mengobati : sakit kepala, menurunkan tekanan darah tinggi,
melancarkan pencernaan, anti inflamasi, meningkatkan system kekebalan pada
tubuh, ant bakteri , menurunkan kolesterol, mengobati asam urat, dan banyak
lagi, termasuk untuk mencegah kanker, dan mengobati kanker.
Menurut Bangun,
A. P.,DR, MHA dan Saworno, B . Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan
buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah
satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib
buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di
Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Asal
usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di
Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari (Asia
Tenggara). Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani mengembara.Tanpa
sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan meninggalkan tanah air mereka. Ada
kesan para pengembara itu di kecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan
diri dari kehidupan sebelumnya. Setelah lama mengembara, mereka sampai di
sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang
tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai,
dan pulaunya.
Uniknya,
mereka seakan telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini
bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa,
karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup. Beberapa tumbuhan asli,
seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, dibawanya.Di
antara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas. Salah satu
tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu
penduduk kepulauan yang kini disebut hawaii itu mengenal mengkudu dengan
sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut
memiliki banyak manfaat. Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena
buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.
Buah majemuk, terbentuk dari bakal-bakal buah
yang menyatu dan bongkol di bagian dalamnya; perkembangan buah bertahap
mengikuti proses pemekaran bunga yang dimulai dari bagian ujung bongkol menuju
ke pangkal; diameter 7,5–10 cm. Permukaan buah majemuk seperti terbagi
dalam sekat-sekat poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil,
yang berasal dari sisa bakal buah tunggalnya. Warna hijau ketika mengkal,
menjelang masak menjadi putih kekuningan, dan akhirnya putih pucat ketika
masak. Daging buah lunak, tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida dengan
daging buah berwarna putih . Daging buah banyak mengandung air yang aromanya
seperti keju busuk atau bau kambing yang timbul karena pencampuran antara asam kaprat (asam lemak dengan sepuluh
atom karbon), C10), asam kaproat (C6), dan asam kaprilat (C8). Diduga kedua senyawa terakhir
bersifat antibiotik aktif.
KANDUNGAN DALAM MENGKUDU
·
Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses
sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
·
Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari
buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas
aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan
Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen
(mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan
Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus
aureus.
·
Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif
sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
·
Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang
terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
·
Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid
penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu
hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi banyak mengandung bahan pembentuk
(precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah
sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel
tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur
dan bentuk sel yang aktif. (Bangun, A. P.,DR, MHA dan Saworno, B.
2002.)
Riset medis tentang
Mengkudu atau Noni dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu
menunjukkan sifat anti-bakteri terhadap M.
pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan E.
coli yang mematikan itu.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai
lembaga penelitian dan universitas.
Sejak tahun 1972, Dr. Ralph
Heinicke, ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai
melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain (enzim pada nenas).
Ia kemudian menemukan
bahwa buah Mengkudu juga mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine)
dalam jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi
dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan
bahwa beberapa peneliti dari Keio
University dan The Institute of Biomedical
Sciences di Jepang
yang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka
menemukan zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.
Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman,
Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of Sciences, sebuah pusat kajian ilmu
pengetahuan nasional yang prestisius di Amerika Serikat telah melakukan
berbagai penelitian tentang Mengkudu.
Sementara itu, para peneliti di Universitas Hawaii juga telah
melakukan banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas
anti-tumor dan anti-kanker Morinda
citrifolia yang dimuat pada
sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37, 1994).
Pada pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa buah mengkudu
banyak memiliki nama sesuai dengan asal tempatnya , buah ini memiliki bentuk
yang lonjong, memiiki bintik hitam, berwarna hijau dan putih , biasanya buah
mengkudu digunakan orang sebagai bahan masak , atau sayuran . buah mengkudu
memiliki zat (damnacanthal ) yang dapat mengobati penyakit kanker.
2.2 Manfaat buah mengkudu
Manfaat buah mengkudu yang mampu menyembuhkan penyakit, atau sebagai
pengobatan yang dapat memperbaiki kesehatan, kandungan zat dan nurisinya yang
banyak membuah buah mengkudu memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan.
Yang dapat diketahui bah mengkudu bisa mengobati : sakit kepala, menurunkan
tekanan darah tinggi, melancarkan pencernaan, anti inflamasi, meningkatkan
system kekebalan pada tubuh, ant bakteri , menurunkan kolesterol, mengobati
asam urat, dan banyak lagi, termasuk untuk mencegah kanker, dan mengobati
kanker.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut
Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang
kemampuan sari buah Mengkudu, diantaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam
sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit);
memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menunjukkan
efek anti-bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat
pertumbuhan sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan
fungsi sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of
Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospital, USA melaporkan bahwa Mengkudu
meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya
bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem
kekebalan tubuh.
Menormalkan Tekanan Darah
Menurut Neil Solomon,
MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan
bahwa buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien,
yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar
saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung
tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah
menjadi normal.
Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah tinggi dan
normal menjadi rendah (hipotensi yang abnormal). Namun demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah Mengkudu
dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan yang berfungsi untuk
pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi
tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus
di mana tekanan darah normal turun hingga mengakibatkan tekanan darah rendah
(hipotensi).
Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University
of California (UCLA), Union College of London, Universitas of Meets di
Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan
menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari Mt. Sinai School of Medicine di New
York) menunjukkan bahwa banyak pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan
darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah Mengkudu dan kembali
normal bila mengonsumsi sari buah Mengkudu secara teratur.
Menghilangkan Rasa Sakit
Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah
dikenal dalam sejarah pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut
"painkiller
tree" atau "headache tree". Riset-riset ilmiah telah
membuktikan efek menguntungkan dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit.
Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan
yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah Mengkudu dengan aktifitas
analgesik tikus-tikus percobaan (umumnya, semakin banyak digunakan efek
analgesiknya akan semakin kuat).
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme
kerja Mengkudu menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia terkenal dari AS) yang
mengatakan bahwa xeronine-lah
yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit.
Hal ini dikaitkan dengan kemampuan xeronine menormalkan protein pada sel-sel yang
abnormal, termasuk sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa
sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengkonsumsi sari
buah Mengkudu.
Anti-peradangan dan Anti-alergi
Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat
efektif sebagai zat anti-radang dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran
melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, MD,
ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah Mengkudu
menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15 orang pasiennya.
Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit lutut (osteoarthritis)
hampir tidak terasa selama mengonsumsi sari buah Mengkudu.
Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami
kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami
radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari buah
Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan
tambahan/suplemen dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya.
Anti-bakteri
Hasil penelitian yang dimuat darn jurnal Pacific Science (vol 1.4, tahun 1950) melaporkan bahwa
Mengkudu mengandung bahan anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi
penyakit jantung dan masalah pencernaan. Senyawa antraquinon yang banyak terdapat pada akar
Mengkudu ternyata dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung
dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu bersifat anti-bakteri terhadap: Bacillus subtilis, Escherichia
coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella montevdleo,
Salmonella schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Shigella
flexnerii, Shigella paraciysenteriae BH und III-Z, Staphylococcus aureus.
Dr. Robert Young,
ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast
molds dan jamur beserta racun
yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel sakit karena derajat keasamannya
(pH) meningkat. Dengan mengonsumsi sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat
diatasi karena Mengkudu membantu mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga
meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.
Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood)
Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh scopoletin adalah
dapat mengikat serotonin.
Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA) scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal yang terdapat di dalam otak, yang
merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan
untuk menghasilkan hormon melatonin.
Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit)
manusia yang melapisi saluran pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin
berperan sebagai neurotransmitter, penghantar sinyal saran dan
prekursor hormon melatonin.
Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh
seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas
dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan
penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.
Mengatur Siklus Energi Tubuh
Dr. Harrison juga melaporkan bahwa
perubahan frekuensi energi tubuh juga disebabkan oleh kegiatan positif sari
buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan antara lain; dapat menstabilkan gula
darah, mengurangi rasa sakit waktu menstruasi, mengurangi keinginan buang air
kecil pada malam hari untuk pria yang mengalami pembengkakan prostat.
Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga turut berperan dalam proses
siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang
berdekatan dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon
(co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan
perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan memiliki banyak
energi setelah mengonsumsi sari buah Mengkudu.
Khasiat Utama
Riset tentang buah Mengkudu terus berkembang, baik dilakukan oleh para dokter maupun
ahli botani dan ahli biokimia. Penelitian difokuskan pada komponen-komponen/susunan
kimia yang dikandung Mengkudu dan efek terapeutiknya terhadap berbagai macam
penyakit.
Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa sari
buah Mengkudu dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel dan
regenerasi sel-sel jaringan tubuh yang rusak. Fakta yang menunjukkan bahwa
Mengkudu dapat mengatur sel-sel pada tingkat dasar dan kritis itu mungkin dapat
menjelaskan mengapa Mengkudu dapat digunakan untuk berbagai macam kondisi
kesehatan.
Para dokter di Amerika sudah memberikan banyak laporan
tentang keberhasilan penggunaan sari buah Mengkudu terhadap pasien-pasiennya. Dr. Richard Dicks (dari
New Jersey, USA) mengatakan, "kami mulai menyadari bahwa kita harus
kembali pada hal yang mendasar dari tubuh kita. Apa yang dimaksud dengan
metabolisme dalam tubuh adalah membakar nutrisi. Sari buah Mengkudu melindungi
tubuh kita dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh."
Khasiat-Khasiat Tambahan
Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum
dibuktikan secara medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami
perbaikan dan peningkatan kesehatan setelah mengonsumsi sari buahnya. Beberapa
problem kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu:
·
Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus,
radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
·
Sistem pernapasan: Batuk, bronchitis, sakit tenggorokan,
TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma.
·
Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot
jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
·
Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit,
cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, serta
masalah-masalah pada kulit lainnya.
·
Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah,
batuk, sariawan, sakit gigi.
·
Gangguan menstruasi: Sindrom pra-menstruasi, siklus haid
yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.
·
Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik
untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan.
·
Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis
kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu,
ganguan pada hormon tiroid.
·
Defisiensi daya tahan tubuh: Penyakit virus Epstein-Barr, candidiasis
kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES=altered
energy syndrome).
Riset ilmiah
menunjukkan bahwa konstituen-konstituen di dalam buah Mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan
kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak
dan menghambat pertumbuhan tumor.
Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat pada
tumbuh-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya akan
kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas,
beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam Mengkudu. Fitokimia-fitokimia
tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk menghasilkan khasiat
penyembuhan yang mengagumkan.
Dr. Joseph Betz,
peneliti kimia dari FDA (Food and Drug Association) divisi Natural Products Center For Good
Safety and Applied Nutrition di
Amerika mengatakan bahwa beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa sari buah
Mengkudu dapat menenangkan pergerakan otot dan mempunyai efek anti alergi.
Pada tahun 1992, Dr. Isabella
Abbott, profesor botani dari Universitas Hawaii mengatakan
bahwa Mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengatasi diabetes, kanker,
tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya.
2.3 pengobatan kanker
Kanker adalah termasuk jenis
penyakit yang sangat membahayakan , karena dapat berakibat pada kematian, bila
tidak ada penanganan khusu, kanker juga, termasuk kedalam penyakit yang susah
di sembuhkan, dan dapat memakan biaya yang sangat mahal, dan itupun tidak pasti
kesembuhannya, tetapi bila dari awal sudah mengobati penyakit tersebut,
walaupun seganas-ganasnya penyakit tersebut, akan sembuh. maka dari itu dilakukan
penelitian supaya bahan alami bisa menyembuhkan penyakit kanker yaitu bahan
yang terbuat dari buah mengkudu, yang dapat diketahui sebelumnya buah mengkudu
mengandung zat aktif anti-kanker (damnacanthal).
Melawan Kanker
Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan
tahunan American Association
fin. Cancer Research ke-83 di
San Diego, California, tahun 1992 adalah "Aktivitas Anti-tumor Morinda citrifolia pada Lewis
Lung Carcinoma yang
Disuntikkan pada Tikus." Dalam penelitian ini, tikus-tikus percobaan
diberi suntikan Lewis Lung
Carcinoma aktif (sejenis
kanker).
Semua tikus yang tidak mendapatkan perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan tikus-tikus
yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105 hingga 123
persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan tersebut hidup hingga
50 hari atau lebih).
Studi ini diulangi beberapa kali dan setiap kali Mengkudu
terbukti secara signifikan memperpanjang umur-umur tikus yang terkena kanker
dibanding dengan tikus-tikus yang tidak dirawat dengan Mengkudu. Singkatnya,
hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan
tumor.
Setahun kemudian jurnal Cancer
Letters (vol.3, tahun 1993)
melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak Mengkudu yang mampu
menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Dapat disimpulkan dari penjelasan ditas bahwa buah
mwngkudu (Morinda fructus) dipercaya sebagai bahan obat yang dapat menyembuhkan
penyait ganas yaitu kanker dan harus
disesuaikan lagi dengan si penggunaan yang harus menjaga kesehatannya, dan
merubah pola kehidupan kearah yang lebih baik lagi, supaya bisa sembuh.
BAB
III
Kesimpulan
dan Saran
3.1 Kesimpulan
Buah mengkudu (Morinda fructus)
merupakan tanaman atau buah yang berasal dari asia tenggara, buah mengkudu
dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama pada penyakit kanker. Zat–zat
aktif didalam buah mengkudu atau zat aktif (damnacanthal) yaitu zat yang dapat
menyembuhkan penyakit kanker tersebut.
3.2 Saran
Kanker adalah penyakit yang sangat ganas, jika tidak sejak dini atau
pada saat mengetahui bahwa terkena penyakit tersebut, segala lah disembuhkan,
dan selain dengan pengobatan secara
kimia, cobalah untuk menggunakan pengobatan secara alami dulu, dan
banyak-banyak berdoa kepada TUHAN YME.
Abdul, R., Sugeng, R., 2004,
Aktivitas Antioksidan dan Anti radikal Buah Mengkudu (Morindacitrifolia, L), Laporan Penelitian, lembaga penelitian UGM,
Yogyakarta.
Bangun, A.P., danSarwono, B., 2002,
SehatdenganRamuanTradisional: KhasiatdanManfaatMengkudu, AgromediaPustaka,
Jakarta.
Hirazumi, A., Furrasawa, E., Chou,
S.C., and Hokama, Y., 1994, Anticancer activity of Morindacitrifolia, L on
IntraperitoneallyInplanted Lewis lungcarcinoma in syingenic mice, Proc. West
PharmacolSoc, 37, 145-146.
Sjabana, D. Dan Bahalwan, R.R., 2002,
Seri Referensi Herbal :pesonaTradisional dan Ilmiah Buah mengkudu (Morindacitrifolia, L). Salemba Medika,
Jakarta.
Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R,
1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI,
Jakarta
Wijayakusuma, H., Dalimartha, S.,
danWirian, A., 1996, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, Jilid ke-4, Pustaka Kartini,
Jakarta.
Wijayakusuma, H., danDalimartha, S.,
1995, Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan
Darah Tinggi, Penebar Swadaya, Jakarta.
Younos, C., Rolland, A., Fluerentin,
J., Lanchers, M., Misslin, R., and Mortier, F., 1990, Analgeticand behavioral
effects of Morindacitrifolia, L, Plant Medica, 56, 430-434.kontributor :Diah Utari,
Dewi Nopitasari, Moh. Nur Herman Syahdan Endang Sulistyorini, S.P

Komentar
Posting Komentar